Skip to content

Resensi Buku : The Secret History Of The Lord Of Musashi and Arrowroot

April 7, 2011

Resensi Buku

The Secret History Of

The Lord Of Musashi and Arrowroot

Original published in Japan : Yoshiwara Gomenjo

Oleh : J. Haryadi

 

Judul Buku      : The Secret History Of The Lord Of Musashi and Arrowroot

Kategori           : Fiksi

ISBN                : 978-979-1924-07-8

Ukuran             : 13 X 20.5 Cm

Halaman          : 308 halaman

Cover              : Soft Cover

Penulis            : Junichiro Tanizaki

Penerbit           : Penerbit Kantera

Terbit               : November 2010

Harga              : Rp.43.900

 

Penulis buku ini, Junichiro Tanizaki, dilahirkan di Tokyo pada tanggal 24 Juli 1886. Keluarganya memiliki sebuah usaha percetakan. Kepiawaiannya menulis dia peroleh sesuai dengan latar belakang pendidikannya ketika kuliah di jurusan sastra Jepang, Universitas Tokyo Imperial. Karyanya yang pertama terbit pada tahun 1999 berupa drama satu babak, di sebuah majalah yang ikut didirikannya.

Nama Junichiro namanya melambung sejak menerbitkan cerpen Shisei (The Tattooer) pada tahun 1910. Cerpen itu berkisah tentang  seorang seniman  yang membuat rajah menggunakan seekor laba-laba besar di atas tubuh seorang wanita muda yang cantik. Wanita cantik itu lalu berubah menjadi agresif dan kejam.

Novel bersampul gambar tiga buah kartu remi yang masing-masing didalamnya terdapat gambar tokoh yang terlibat didalamnya. Buku ini sebenarnya mengangkat  dua buah cerita. Kisah pertama berjudul The Lord Of Musashi yang banyak menceritakan sisi lain kehidupan Tuan Musashi dan kisah kedua adalah Arrowroot yang bercerita kisah perjalan sang penulis dalam menyelusuri tempat-tempat bersejarah yang sering ditampilkan dalam cerita-cerita dipanggung hiburan.

The Secreta history of The Lord of Musashi

Ide untuk membuat novel ini sebenarnya muncul ketika Junichiro memeriksa beberapa dokumen rahasia milik keluarga Kiryu. Penulis novel jaman Meiji ini jadi mengetahui siapakah sosok Tuan Musashi yang sebenarnya. Banyak hal yang selama ini belum terungkap akhirnya ia ketahui setelah ia membaca dokumen tersebut. Hatinya tergerak untuk menulis kembali kisah kehidupan Tuan Musashi secara detail dalam novel ini, terutama kisah kehidupan seksualnya yang aneh dan menyimpang yaitu memiliki gairah obsesif pada wanita cantik dan anggun.

Buku setebal 308 halaman ini bercerita tentang sepak terjang Tuan Musashi (The Lord of Musashi) yang dilahirkan di abad keenam belas ketika sedang terjadi perang saudara.  Tuan Musashi yang dikenal sebagai pahlawan dalam sejarah Jepang juga merupakani sosok pemimpin yang paling ditakuti kawan maupun lawan. Ia juga dikenal sebagai pria yang berhati dingin, pemberani sekaligus kejam dan tidak memberi ampun kepada musuh-musuhnya.

Sejak berusia enam tahun Hoshimaru (nama kecil Lord Musashi) hidup dan dibesarkan dalam kastil Ojika milik Lord Tsukuma Ikkansai sebagai tawanan. Ia merupakan anak tertua Terukuni Kiryu, daimyo Musashi.

Peristiwa serangan ke kastil Ojika yang dilakukan oleh tentara Yakushiji Danjo Masakata pada tahun 1549 menjadi momen penting bagi sejarah hidup Hoshimaru selanjutnya. Saat itu ia masih berusia dua belas tahun. Rasa ingin tahunya yang besar terhadap potongan kepala manusia yang dipenggal akibat kalah perang telah membuatnya nekad melakuan tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh anak seusianya.

Tanpa sepengetahuan pengawalnya, Hoshimaru berhasil menyelinap ke daerah musuh yang tengah istirahat akibat kelelahan berperang. Kecerdikan dan keberaniannya masuk ke sarang musuh, bahkan berhasil membunuh panglima perang yang mengepung kastil Ojika yaitu Yakushiji Danjo Masakata menjadi prestasi tersendiri bagi dirinya. Tindakan memenggal leher dan memotong hidung sang panglima yang sudah tak bernyawa tersebut dia lakukan hanya terobsesi dengan perlakuan seorang wanita cantik yang bertugas menghias potongan kepala satria musuh yang mati di medan perang.

Setelah dewasa, Hoshimaru berganti nama menjadi Terukatsu. Ia tetap mengabdi pada Norishige, pewaris Klan Tsukuma.

Norishige mempunyai seorang istri bernama lady Kikyo yang tak lain adalah putra Yakushiji, mantan panglima perang yang tewas ditangan Terikatsu. Lady Kikyo masih menaruh dendam terhadap keluarga besar klan Tsukuma yang menganggap kematian ayahnya secara memalukan sebagai akibat perbuatan Norishige. Ia mencoba membunuh suaminya sendiri dengan memanfaatkan orang-orang suruhannya, bahkan ia mencoba berkomplot dengan Terikatsu dalam melampiaskan dendam kesumatnya.

Setelah kematian ayahnya, Terukatsu diangkat sebagai pemimpin klan menggantikan ayahnya dan mendapat gelar Daimyo Musashi. Banyak prilaku menyimpang Musashi yang dialami oleh Daomi, salah seorang selirnya yang akhirnya menjadi biksuni. Prilaku tersebut akibat pengalaman masa kecil Musashi yang terobsesi dengan perbuatan seorang gadis cantik yang bertugas membersihkan dan menghias potongan kepala pejabat penting musuh yang tewas dimedan perang. Musashi selalu membayangkan kalau jadi mayat tentu saja kepalanya akan dielus-elus oleh wanita cantik.

The Secret History of Arrowroot

Kisah perjalanan Junichiro bersama Tsumura menjelajahi daerah bersejarah di Jepang, misalnya menjelajahi daerah Imoseyawa, Bukit Pengantin. Hal ini mengingatkan tentang sandiwara terkenal di Jepang, Imoseyama, yang biasa dipentaskan di panggung Kabuki.

Imoseyama menceritakan kisah pemuda bernama Koganusuke dan pemudi bernama Hinadori yang tinggal di dua buah bukit yang berbeda. Seorang pemuda tinggal di sebuah rumah besar di Imoyama dan lainnya di Seyama.

Banyak tempat-tempat bersejarah lainnya yang mengingatkan akan sejarah Jepang tempo dulu yang diceritakan secara detail. Cerita yang dituangkan Junichiro bisa membuat pembaca hanyut dalam petuangannya menyusuri Yoshino yang masih alami dan indah.

Anda mau tahu kisah buku ini lebih lengkap ? Silahkan cari dan dapatkan buku terbitan penerbit Kantera tersebut di seluruh jaringan toko buku Gramedia, Gunung Agung dan toko buku klainnya di kota Anda.

 

Selamat membaca dan semoga terhibur  !

 

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: