Skip to content

Resensi Novel : Dead Until Dark

March 27, 2010

Resensi Novel

Dead Until Dark

Oleh : J. Haryadi

Judul Novel : Dead Until Dark

Penulis : Charlaine Harris

Kategori : Novel

ISBN : 978-979-1924-04-7

Ukuran : 13.5 X 20.5 Cm

Halaman : 402 halaman

Cover : Soft Cover

Penerbit : Penerbit Kantera

Terbit : 2010

Harga : Rp. 49.900,-

Charlaine Harris adalah seorang penulis fantasi dan misteri yang cukup terkenal. Sebuah serial novel karyanya yang berjudul “Sookie Stackhouse” dinobatkan New York Times sebagai Best Selling Author. Bahkan novel “Dead Until Dark” ini telah diadaptasi oleh stasiun televisi HBO dalam serial “True Blood”.

Kisah buku ini dimulai ketika Sookie Stackhouse, tokoh utama dalam cerita ini yang bekerja sebagai pramusaji di Merlotte, sebuah bar yang paling ramai di Bon Temps, sebuah kota kecil di Lousiana Selatan, kedatangan seorang vampir bernama Bill Compton. Kehadiran vampir ini telah membuat kejutan, terutama sejak para vampir keluar dari peti-peti mati mereka empat tahun yang lalu. Pria berwajah tampan ini menyimpan sejuta misteri yang membuat Sookie begitu terpesona. Sebagai wanita “aneh” yang bisa membaca pikiran orang lain, Sookie merasa surprise karena ia tidak mampu membaca pikiran Bill. Hal ini semakin membuat Sookie penasaran dan ingin tahu lebih banyak mengenai lelaki yang telah membuat jantungnya berdebar-debar tersebut.

Perkenalan Sookie dengan Bill semakin erat sejak ia berhasil menyalamatkan Bill dari serangan Mack Rattray dan Denise, pasangan drainer, penguras darah vampir. Kalau saja ia terlambat sedikit saja, nyawa vampir tampan tersebut nyaris tak tertolong. Perbuatan menolong vampir bukanlah tindakan yang lazim dilakukan, walau makhluk abadi tersebut sudah diakui keberadaannya secara legal. Tidak pula menjamin vampir tersebut jadi baik dan tidak akan menyerangnya karena sudah mendapat pertolongan. Semua perbuatan itu dilakukan Sookie secara spontanitas, berdasarkan instingnya saja, walau akhirnya menjadi perjudian bagi nyawanya sendiri. Namun Sookie beranggapan, vampir pun berhak untuk hidup sebagaimana layaknya manusia. Baginya, banyak manusia yang mempunyai sifat justru lebih buruk dari vampir itu sendiri.

Sejak kehadiran vampir yang pertama, Bon Temps dikejutkan dengan beberapa pembunuhan berantai yang misterius. Semula diawali dengan kematian Maudette Pickens, seorang pelacur yang tewas dibunuh di apartemennya sendiri. Pembunuhnya tidak terungkap. Kejadian tersebut cukup menggemparkan, mengingat sebelumnya tak pernah ada kejadian pembunuhan yang tidak terungkap. Hanya ada tanda bekas gigitan vampir di paha wanita malang itu, tapi bukan itu penyebab kematianya. Menurut hasil otopsi, Maudette tewas akibat dicekik.

Tak lama berselang, menyusul kematian pasangan suami istri, Mack Rattray dan Denise. Kematian kedua pasangan pencari darah vampir ilegal itu sempat membuat kecurigaan Sheriff Bud Dearborn terhadap Sookie, mengingat mereka pernah berurusan sebelumnya. Tapi kecurigaan itu terbantahkan setelah sheriff melihat sendiri lokasi kematian pasangan tersebut yang sangat berantakan, rumahnya hancur, pohon-pohon tumbang dan mobilnya terbalik saling tindih dengan perabotan lainnya. Tempat itu benar-benar terkesan habis terserang badai tornado. Hanya otopsi yang bisa menjelaskan penyebab kematian pasangan itu sesungguhnya

Kematian berikutnya melanda Dawn Green, teman kerja Sookie di bar. Tubuh Dawn tergeletak tak bernyata di kediamannya dengan posisi terlentang di tempat tidurnya. Tampak sepreinya berantakan, kakinya mengangkang, wajahnya bengkak dan pucat, lidahnya menjulur keluar dan lalat-lalat mulai menggerubuti tubuhnya. Seperti halnya kematian Maudette, paha Dawn terlihat tanda bekas gigitan vampir. Hasil pemeriksaan polisi megatakan penyebab kematiannya adalah tercekik. Kematian yang sangat mengenaskan.

Sementara itu, kedekatan Sookie dan Bill sudah tercium oleh Gran, sang nenek yang cerewet tapi baik hati. Gran sebenarnya sudah ingin melihat Sookie menikah, sehingga sangatlah wajar jika ia begitu antusias ketika mendengar cucunya itu sudah memiliki teman dekat. Apalagi selama ini Sookie, yang diasuhnya sejak kecil karena kematian kedua orangtuanya itu jarang sekali memiliki teman kencan. Ia tidak bisa menikmati hubungan dekat dengan lelaki manapun, mengingat kemampuan tak normalnya yang mampu membaca pikiran mereka. Pikiran kotor lelaki yang mengencaninya telah membuat dirinya tidak bernafsu untuk melanjutkan ke hubungan yang serius. Kemampuan “anehnya” tersebut telah membuatnya merasa terganggu, bahkan orang-orang menjulukinya “Si Gila Sookie Stackhouse”.

Sam Merlotte, bos sekaligus pemilik bar tempat Sookie bekerja juga diam-diam menaruh hati padanya. Lelaki gagah dan temperamental tersebut sangat sulit mengutarakan cintanya pada wanita. Hal ini sering membuat Sookie merasa salah tingkah dan sedikit rikuh bekerja di tempatnya. Tapi Sam sangat baik padanya dan selalu membelanya setiap ada lelaki iseng yang berusaha menggodanya. Hubungan Sookie dan Sam terasa cukup unik. Disatu sisi Sam adalah bos, disisi lain sam juga sama seperti lelaki lainnya yang mendambakan cinta untuk hidupnya.

Ada lagi pelanggan bar bernama Rene yang sering menyapa Sookie. Lelaki yang sering kawin tersebut akan selalu mengajak ia mengobrol setiap kali Sookie melewati mejanya untuk mengantarkan minuman tamu bar. Ia ramah namun cukup tempramental, bagaikan bom waktu yang siap meledak setiap saat. Rene tak segan-segan menghajar siapa saja yang mencoba berbuat kurang ajar pada Sookie, walau perbuatan mereka mungkin hanya sekedar iseng belaka. Rene tak ingin ada orang yang mengganggu teman Arlene, mantan istrinya yang menjadi teman Sookie. Disamping itu, Sookie selalu mengingatkan Rene terhadap Cindy, adiknya yang sudah setahun lebih pindah ke Baton Roudge. Entah kemiripan apa yang ada pada Sookie yang membuat Rene bersimpati padanya.

Siapakah sesungguhnya Bill Compton ? Bagaimana latar belakangnya ? Apakah percintaan Sookie dan Bill berlngsung dengan mulus ? Bagaimana pula gaya Vampir berpacaran ? Masih adakah pembunuhan lainnya di Bon Temps setelah kematian Dawn Green ? Siapa sesungguhnya dalang dibalik pembunuhan berantai tersebut ? Apakah kasus pembunuhan tersebut dapat terungkap ? Dan apakah motif dibalik semua pembunuhan tersebut ? Anda penasaran ?

Tentu saja ! Anda bisa mendapatkan semua jawaban tersebut dalam novel “Dead Under Dark” yang bersampul gadis muda berambut pirang berparas cantik. Novel ini layak anda baca karena isinya yang sangat menarik, penuh adegan romantis sekaligus menegangkan, dengan kehidupan dunia vampir yang misterius dan unik. Anda bisa menyimak komentar dari The Anniston Star ,” Dengan sebuah kedipan matanya yang berani, Harris menciptakan sebuah dunia aneh yang memiliki banyak kemungkinan dan sebuah dunia yang liar”. Sementara itu Locus berpendapat,” Hiburan yang membuat ketagihan”.

So what’s ? Tunggu apalagi …? Segera miliki karya Charlaine Harris yang mempesona ini dengan membelinya di toko buku Gramedia, Gunung Agung dan toko-toko buku kesayangan Anda.

Selamat membaca, semoga terhibur !

* * *

One Comment leave one →
  1. July 6, 2010 3:04 pm

    I like this novel!!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: