Skip to content

Kontroversi Buku Membongkar Gurita Cikeas

December 29, 2009

Kontroversi Seputar Penerbitan Buku

Membongkar Gurita Cikeas Karya Dr. George Junus Aditjondro

Oleh : J.Haryadi

Akhir-akhir ini berbagai media mulai heboh membahas terbitnya sebuah buku karangan Dr. George J. Aditjondro yang berjudul Membongkar Gurita Cikeas. Secara resmi sebetulnya buku tersebut baru diluncurkan pada tanggal 23 Desember di Jogjakarta dan akan diluncurkan kembali di Jakarta pada hari Rabu, 30 Desember 2009, namun karena buku tersebut mengandung kontroversi sehingga ramai dibicarakan oleh berbagai kalangan, termasuk orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden SBY. Menurut informasi yang beredar, buku tersebut saat ini sudah ditarik dari peredaran oleh penerbitnya sehingga sulit ditemui di toko-toko buku. Menurut beberapa sumber, buku setebal 183 halaman tersebut ditarik oleh penerbitnya karena mendapat ancaman dari pihak-pihak tertentu yang tidak senang jika buku tersebut dipublikasikan.

Mengapa buku tersebut menjadi begitu heboh dan terkesan spektakuler ?Tentu saja karena materi yang ada dalam buku tersebut menyangkut orang nomor satu di Indonesia dan ditulis pula oleh penulis terkenal yang sering menimbulkan kontroversi yaitu Dr. George J. Aditjondro. Dalam buku tersebut secara terang-terangan George menyoroti sepak terjang SBY beserta keluarga, pejabat dan pengusaha dalam memperebutkan kursi nomor 1 di Republik ini. Ketiga komponen tersebut mempunyai andil yang sangat besar dalam keberhasilan SBY dalam kemenangan pada pemilu 2009 kemarin sehingga beliau berhasil menduduki jabatan Presiden.

George berpendapat, adik ipar SBY yang bernama Hartanto Edhie Wibowo yang juga bertindak sebagai bendahara Yayasan Majelis Dzikir SBY Nurussalam bersama Yayasan Puri Cikeas memiliki peran penting sebagai mediator bagi  keluarga SBY dengan beberapa pengusaha seperti Sukamdani, Tanri Abeng, Aziz Mochdar dan lain-lain. Menurut George, pengaruh keluarga besar Ani Yudhoyono begitu besar dalam menentukan jabatan penting dan strategis di Indonesia.

Tokoh Penting Ikut Bicara

Hiruk pikuknya komentar beberapa tokoh penting negeri ini yang dilansir berbagai media telah membuat buku karangan George J. Aditjondro yang berjudul Membongkar Gurita Cikeas langsung meroket tajam mengalahkan pemberitaan Kasus Century yang semula hangat dibicarakan. Silang pendapat yang berlebihan telah menjadi iklan gratis bagi buku tersebut dan membuat masyarakat semakin penasaran untuk mengetahuinya.

Munculnya berita terbitnya buku karangan Goerge tersebut juga mendapat tanggapan dari Ketua DPR RI Marzuki Alie. Ia berpendapat,  sebaiknya pasal-pasal dalam undang-undang mengenai pencemaran nama baik sebaiknya direvisi saja sehingga lebih tegas dan lebih keras sangsinya. Selanjutnya ia mengatakan “Orang yang menuding tanpa dasar perlu diberikan sanksi yang berat, karenanya perlu dikoreksi pasal-pasal pencemaran nama baik. Kalau tidak, orang dengan seenaknya menuding,” katanya singkat.

Marzuki menambahkan “Meski belum ada kebijakan untuk menarik buku tersebut dari pasaran, materi di dalam buku itu adalah tudingan tak beralasan dan tidak mempunyai bukti yang disampaikan kepada Presiden SBY. Buku itu hanya tudingan dan fitnah kepada SBY”.

Menurutnya Marzuki, buku tersebut merupakan penghinaan kepada SBY selaku kepala pemerintahan dan kepala negara. “Itu namanya tak menghargai pemimpin. Pemimpin, orang tua, dan guru harus dihargai,” ujarnya.

Juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha mengatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono prihatin atas terbitnya buku karya George Aditjondro, tetapi tidak ada perintah dari Kepala Negara untuk menarik buku itu dari peredaran. “Saat ini Presiden Yudhoyono masih mendalami isi buku tersebut”, ungkapnya..

Julian menjelaskan, “Buku tersebut kan menyebutkan beberapa hal. Terkait empat yayasan yang ada di bawah Presiden Yudhoyono, yaitu Yayasan Puri Cikeas, Yayasan Kepedulian dan Kesetiakawanan, Yayasan Majelis Dzikir SBY Nurussalam, dan Yayasan Mutumanikam Nusantara. Di sana disebutkan dengan fakta-fakta yang sepertinya tidak akurat, tidak mengandung kebenaran yang hakiki. Ini yang diprihatinkan Presiden,” katanya.

Menurut Presiden, saat ini, masyarakat suka hemat atau pelit dalam mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan pada pihak lain. “Kalau menyalahkan cepet-cepatan, kreatif menyalahkan, menghujat, mengkritik,” katanya saat pidato dalam acara pemberian penghargaan Upakarti di Istana Negara, Senin (28/12). Mengkritik, menurut SBY, bisa jadi obat asal tepat sasaran dan tepat isu. Yang dikritik akan mengucapkan terima kasih.

Mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Sjamsu Djalal berpendapat sebaiknya Presiden tidak terlampau mencurigai materi buku kontroversial itu. Sjamsu juga berharap semua pihak tak terlalu memberikan tanggapan berlebihan.

“Semestinya buku tersebut diteliti terlebih dahulu sebelum dikomentari. Saya harap, Presiden SBY jangan cepat salah sangka. Presiden SBY jangan terlalu responsif atas laporan orang-orang dekatnya. Ceritakan saja apa yang sebenarnya,” ujar Sjamsu.

Sebaliknya, jika buku tersebut ditulis tanpa dasar fakta yang kuat maka Presiden dan orang-orang yang dituduh bisa memidanakan George. “Kalau ngarang tanpa bukti, itu keterangan palsu,” tegasnya. Yang jelas, Sjamsu mengaku mengetahui soal keberadaan sejumlah yayasan di bawah bendera Keluarga Cikeas. Cuma, ia tak tahu sepak terjangnya dalam menyukseskan SBY sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Sementara itu mantan Ketua MPR yang juga merupakan tokoh senior Muhammadiyah, Amien Rais, mengaku telah melahap habis buku Membongkar Gurita Cikeas dalam hitungan jam. Ia mengatakan, “Saya mendapat info yang masih sepihak. Buku ini merupakan gabungan dari berbagai sumber sekunder, seperti internet, jurnal, dan koran. Data-data ini kemudian digabung-gabungkan. Tidak ada hasil penelitian sendiri,” ujar Amien ketika ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Amin menambahkan bahwa dalam pemahaman akademis, memang kekuatan data sekunder tidak terlalu berbobot. Namun, lanjut Amien, tentu data-data sekunder yang digunakan George tetap mengacu pada realitas yang ada.

Lain halnya dengan pendapat mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault. Ia terus terang  mengaku terkejut dan belum membaca buku tersebut. Namun, Adhyaksa meminta siapa pun jangan melakukan tindakan asal tuduh saja . Tuduhan ini, bersama tuduhan lainnya bisa  membuat pemerintah tidak fokus dalam menjalankan program kerja 100 hari. “Maka itu, saya menyarankan agar kasus Century dapat segera dituntaskan sehingga pemerintah dapat fokus menjalankan perannya,” ujar Adhyaksa.

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/12/27/14442425/ketua.dpr.buku.gurita.cikeas.hanya.fitnah.kepada.sby

Sumber : http://www.kontan.co.id/index.php/nasional/news/27369/SBY-Masyarakat-kian-Kreatif-Menyalahkan

Sumber : http://www.gusbud.web.id/2009/12/kontroversi-buku-membongkar-gurita.html

Sumber : http://rizkythea.blogspot.com/2009/12/isi-dan-resensi-buku-membongkar-gurita.html

Sumber : http://akhdian.net/2009/12/28/download-e-book-membongkar-gurita-cikeas-dimana/

3 Comments leave one →
  1. December 29, 2009 12:02 pm

    Bagus pa ari isi fb dengan halhal poisitif. Buku gurita di cikeas kontroversi tapi kita risi bacanya. Kayak baca buku gosip gitu pak

  2. February 2, 2010 11:36 am

    Hey, great blog…but I don’t understand how to add your site in my rss reader. Can you Help me, please🙂

  3. February 2, 2010 5:02 pm

    Your site was extremely interesting, especially since I was searching for thoughts on this subject last Thursday.

    Robert Shumake

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: